Showing posts with label Istilah Android. Show all posts
Showing posts with label Istilah Android. Show all posts

Thursday, 2 April 2015

10 Tips Aman Sebelum Melakukan Oprek pada Smartphone Android

Melakukan oprek atau bedah system pada ponsel smartphone sekarang ini memang sudah banyak dilakukan oleh sebagian besar user yang ada. Mengoprek smartphone sendiri mempunyai fungsi untuk meningkatkan performa HP yang dimiliki sehingga bisa melakukan hal – hal yang lebih. Walapun melakukan oprek sendiri bisa mengakibatkan hilangnya garansi pada smartphone yang masih dalam jangka waktu garansi pabrik, alasannya karena jika kita mengoprek posel maka secara tidak langsung kita melakukan bedah terhadap system yang berjalan di smartphone.

Tips Aman Sebelum Melakukan Oprek pada Android
Bagi user baru android tentunya terlintas keraguan dibenak anda untuk melakukan oprek karena berbagai alas an, mulai dari tidak tahu cara oprek yang benar, takut HP rusak sampai garansi hilang. Namun dengan kelebihan dapat meningkatkan performa HP tentunya merupakan pertimbangan khusus. Yang perlu digaris bawahi sebagian besar kesalahan oprek pada system android bisa diperbaiki dengan berbagai tutorial yang tersedia, jika anda takut melakukan oprek. Berbagi informasi ada bebrapa tips aman sebelum anda melakukan oprek untuk meminimalisir dampak negative yang timbul

 Tips Aman Sebelum Melakukan Oprek
1. Siapkan Mental dan jangan ragu - ragu

2. Jangan takut rusak apalagi takut bootlop, karena dengan anda mengalami hal demikian, secara tidak langsung akan menambah wawasan anda.
3. Untuk bisa melakukan oprek, lakukan terlebih dahulu Root pada HP anda.
4.Pasang CWM,untuk membackup/restore data - data jika terjadi bootlop, lag, Force close, atau sebagainya.
5. Pasang deodeks untuk memudahkan oprek2 app bawaan
6. Pasang Swap. untuk mengganti eks SD menjadi SD card (bisa cek menggunakan link2SD, bisa juga untuk terus ke partisi.
7. Pasang partisi untuk meringankan kinerja HP 
8. Bisa lanjut menerapkan LInk2SD Ekstreme, setelah di partisi
9. Sekedar tambahan temen - teman bisa siapkan alat dan bahan Flashing via Odin( buat jaga jaga )
10. Jangan mudah menyerah, suatu kesalahan pasti bisa diperbaiki

                      Semoga bermanfaat :)

                      Thursday, 25 September 2014

                      Masalah Pada Android dan Solusinya


                      cara memperbaiki android Kemungkinan terjadi masalah pada perangkat Android Anda adalah pasti. Mungkin belum, atau sedang, atau Anda akan segera menemui permasalahan pada Android Anda. Permasalahan yang terjadi pada Android sebagian besar bisa kita selesaikan sendiri, jadi tidak perlu membawa perangkat Android kita ke service center, yang tentu saja hal tersebut akan menghemat uang kita.

                      Cara mengatasi masalah yang umum terjadi pada perangkat Android yang pertama adalah mengetahui permasalahannya, kemudian mencari solusi untuk mengatasinya. Di bawah ini adalah daftar error yang sering terjadi pada perangkat Android :

                      HANG


                      Perangkat Android dikatakan hang jika saat main game, browsing, atau melakukan aktivitas lainnya, tiba-tiba perangkat Android kita macet, tidak bisa melakukan proses apapun, tombol apapun tidak berfungsi, layar sentuh juga tidak berfungsi. Ini biasa terjadi karena memori internal dan RAM perangkat kita sudah terlalu penuh.

                      Solusinya dengan menghapus aplikasi yang tidak terlalu kita butuhkan, bisa juga dengan memindahkan aplikasi ke memori eksternal untuk melegakan memori internal. Atau dengan swap memory (menambah kapasitas RAM dengan memori eksternal) untuk mengatasi RAM kepenuhan.

                      BOOTLOOP


                      Apa itu BootLoop? Perangkat Android tiba-tiba macet lalu merestart sendiri biasa disebut dengan bootloop. Jika berlanjut perangkat akan merestart terus berulang kali. Bootloop sendiri dibagi menjadi 3 :

                      - SOFT BOOTLOOP

                      Soft bootloop yakni ketika perangkat Android dinyalakan awalnya berjalan normal dan mampu masuk ke homescreen. Namun selang beberapa waktu kemudian tiba-tiba Hang kemudian merestart sendiri.

                      - MEDIUM BOOTLOOP

                      Lain halnya dengan Soft Bootloop, Medium Bootloop ini adalah suatu kondisi dimana perangkat Android tidak bisa masuk ke homescreen, melainkan hanya berhenti di bootanimation. Namun masih bisa masuk ke Recovery Mode maupun Download Mode.

                      - HARD BOOTLOOP

                      Nah ini yang lebih parah lagi. Hard Bootloop ini merupakan kondisi dimana perangkat Android ketika dinyalakan hanya sampai di logo vendor. Tidak bisa masuk ke Recovery Mode melainkan hanya bisa masuk ke Download Mode.

                      Bootloop biasa terjadi karena ada kesalahan saat kita mengutak-atik sistem. Solusinya dengan melakukan Factory Reset (mengembalikan perangkat ke settingan pabrik).

                      STUCK


                      Kalau yang ini adalah kondisi dimana perangkat Android tiba-tiba macet di bootlogo, bootsplash, atau di bootanimation. Ini juga terjadi karena kesalahan kita saat mengutak-atik sistem.

                      Solusinya coba copot baterai, kemudian nyalakan. Jika masalah masih terulang, lakukan Factory Reset.

                      IMEI HILANG


                      Yakni ketika mengecek imei dengan menekan *#06# di papan dial, maka imei akan muncul dengan nomor 0 semua.

                      LAYAR BLANK PUTIH


                      Biasanya ditandai dengan tampilan layar yang tiba-tiba tidak jelas kemudian setelah itu seluruh layar menjadi putih. Perangkat Android masih bisa difungsikan, suara terdengar, getaran jalan, hanya saja layarnya benar-benar blank putih. Biasanya dikarenakan baterai yang terlalu panas sehingga merusak lcd/bagian dalam HP, konektor LCD yang kendur, atau LCD memang sudah rusak.

                      Solusinya bawa ke Service Center dan ganti LCD jika LCD bermasalah.

                      BRICK


                      Brick adalah keadaan di mana perangkat Android tidak bisa dinyalakan sama sekali. Brick terbagi menjadi 2 :

                      SOFT BRICK

                      Perangkat Android tidak bisa dinyalakan, tidak bisa masuk ke Recovery Mode ataupun Download Mode. Biasanya diakibatkan oleh Overclock yang terlalu tinggi atau Gagal Flashing.

                      Jika saat di-charge masih ada tanda perangkat Android menyala, lakukan Factory Reset dengan bantuan PC. Atau lebih aman dibawa ke Service Center.

                      HARD BRICK

                      Perangkat Android sudah tidak bisa digunakan lagi, bisa diakibatkan karena tercebur ke air, jatuh dari tempat yang tinggi, dan lain-lain sehingga mesin di dalamnya rusak.

                      Karena sudah menyentuh hardware, solusinya bawa perangkat Android ke Service Center untuk digantikan mesin/hardwarenya.

                      Tips Memilih SDCard untuk Perangkat Android

                      Pengguna Android pastilah akrab dengan Memori Eksternal. Memori Eksternal dalam bentuk kartu SD ini digunakan untuk menambah kapasitas penyimpanan pada perangkat. Namun tahukah Anda, kecepatan menulis dan membaca masing-masing kartu SD berbeda-beda? Mungkin Anda mempunyai perangkat Android dengan spek handal, namun pertukaran datanya lemot, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Bisa jadi hal tersebut karena kecepatan menulis dan membaca kartu SD yang digunakan rendah.

                      Pada perangkat Android yang menggunakan memori eksternal MicroSD terdapat kelas (class) yang tertera pada MicroSD. Class pada MicroSD ini mewakili tingkat kecepatan read and write data. Artinya makin tinggi class, makin tinggi pula kecepatan menulis dan membaca data. Kita bisa menjadikan class pada MicroSD ini sebagai patokan sebelum membelinya.

                      Untuk melihat Class pada MicroSD, bisa dilihat di bagian cover. Biasanya ada gambar angka kecil di dalam lingkaran hampir penuh. Contoh seperti pada gambar MicroSD dibawah ini :

                      class micro sd

                      Tingkat Class Pada MicroSD


                      Class 2 : Kecepatan Read dan Write +- 2MB per second
                      Class 4 : Kecepatan Read dan Write +- 4MB per second
                      Class 6 : Kecepatan Read dan Write +- 6MB per second
                      Class 10 : Kecepatan Read dan Write +- 10MB per second
                      catatan : tidak ada class 8

                      Jika class tidak tercantum pada cover, bisa dilihat pada bungkusnya sebelum membelinya. Jika perangkat Anda menggunakan MMC, tanyakan langsung pada penjualnya berapa kecepatan menulis dan membaca kartu SD.

                      Untuk cek kecepatan menulis dan membaca kartu SD, bisa menggunakan aplikasi SD Tools (unduh secara gratis di PlayStore). Anda bisa melihat class dan kecepatan pada MicroSD. Anda juga bisa cek kecepatan memori eksternal lainnya, misal MMC.

                      Penampakan :

                      hasil sd tools

                      Simak tips sebelum membeli kartu SD berikut :

                      1. Cari SD Card bermerk, biasanya yang bermerk itu lebih awet walaupun lebih mahal
                      2. Cari yang bergaransi dan terjamin mutu kualitasnya
                      3. Sesuaikan kapasitas penyimpanan dengan kebutuhan Anda
                      4. Pilihlah MicroSD minimal Class 6

                      Sebagai referensi saja, MicroSD merk SanDisk versi Ultra 8GB dengan Class 10 harganya cukup murah, yakni 90.000 rupiah. Mungkin bisa lebih murah di daerah Anda.

                      Jenis Kartu Memori SDCard


                      Saat ini terdapat 3 jenis kartu memori SD yang beredar yaitu SD, SDHC, dan SDXC. Perbedaan utama dari ketiga jenis memori tersebut terletak pada kapasitas penyimpanan datanya.

                      a. SD (Secure Digital) penyimpanan data hingga 2GB.
                      b. SDHC (Secure Digital High Capacity) menampung data hingga 32GB.
                      c. SDXD (Secure Digital Extended Capacity) menampung data mulai dari 32GB hingga 2TB.

                      SDHC adalah standar penyimpanan terbaru yang dikembangkan oleh SDCard Association. Standar SDCard menggunakan format file FAT16 yang mendukung kapasitas data hingga 2GB, sedangkan SDHC menggunakan format file FAT32 yang memiliki kapasitas data hingga 32 GB.

                      Sementara SDXC merupakan generasi selanjutnya dari kartu memori SD. Kartu memori SDXC merupakan perangkat penyimpanan pertama di dunia yang memenuhi spesifikasi baru dari versi SDCard Memory 3.00, dimana kecepatan maksimum untuk menulis data (write) hingga 35MB/s dan kecepatan membaca data (read) hingga 60MB/s.

                      9 Kelebihan Android dibandingkan iOS

                      Alasan kenapa memilih android - Android dan iOS merupakan sistem operasi paling populer saat ini. Android adalah sistem operasi terbuka milik Google, sedangkan iOS adalah sistem operasi buatan Apple yang ditanam pada iPhone, iPad, dan iPod Touch.

                      Sebenarnya masih ada sistem operasi mobile lain seperti Windows Phone, BlackBerry OS, Symbian, namun sistem operasi tersebut tertinggal jauh jumlah peminatnya dibandingkan Android dan iOS. Meskipun demikian, hingga saat ini Android tetap sebagai sistem operasi mobile yang paling banyak digunakan di dunia. Tentunya itu terjadi karena Android memiliki beberapa keunggulan dibandingkan saingannya, iOS.



                      Keunggulan Perangkat Android dibandingkan iPhone


                      1. Layar yang lebih besar

                      Ponsel berbasis Android memiliki ukuran layar yang variatif, antara 3 inci hingga 7 inci, bahkan untuk tablet bisa sampai 10 inci. Sebagian besar perangkat Android yang dirilis memiliki diagonal layar lebih dari 4 inci dan terus berkembang karena Android dikembangkan oleh banyak sekali vendor ponsel yang saling bersaing membuat perangkat bersistem operasi Android, sehingga model ponsel Android sangat bervariasi.

                      Sementara itu, iPhone hingga saat ini hanya memiliki dua ukuran layar, yaitu 3,5 inci yang diterapkan pada iPhone generasi pertama hingga 4S, dan 4 inci yang diterapkan pada iPhone 5. iPhone hanya dikembangkan oleh Apple, karena itu perkembangannya pun tidak secepat Android.

                      Untuk ukuran layar, Android jelas lebih unggul dibandingkan iPhone.

                      2. Dukungan terhadap SDCard

                      Hanya ada 4 pilihan kapasitas yang tersedia pada iPhone, yaitu 8GB, 16GB, 32GB, dan 64GB. Keempat kapasitas tersebut adalah harga mati karena iPhone tidak menyediakan slot SDCard. Artinya, pengguna tidak bisa menambahkan kartu memori untuk memperbesar kapasitas perangkat.

                      Mayoritas perangkat berbasis Android dilengkapi dengan slot SDCard. Sehingga apabila kapasitas penyimpanan internal perangkat Android penuh, pengguna dapat menambahkan kapasitas penyimpanan ekstra dengan memasukkan SDCard ke slot memori eksternal.

                      3. Bisa ganti baterai

                      Desain unibody iPhone memang terlihat lebih elegan, namun desain ini membuat komponen baterai tidak bisa dibongkar pasang. Artinya, apabila ada kerusakan pada baterai, penggantian harus dilakukan di service center Apple.

                      Sebagian besar perangkat Android menggunakan baterai yang mudah dibongkar pasang, walaupun ada namun hanya sebagian kecil yang menggunakan desain unibody yang membuat baterai para perangkat tidak mudah dilepas.

                      4. Kustomisasi homescreen dengan widget, aplikasi, dan wallpaper animasi

                      iOS, sistem operasi yang digunakan pada iPhone memiliki pakem sendiri. Pengguna tidak bisa menambahkan shortcut aplikasi, widget, atau wallpaper bergerak. Berbeda dengan Android yang memberikan kebebasan untuk melakukan semua itu.

                      5. Aplikasi peta digital yang lebih baik

                      Jika iPhone memiliki aplikasi peta digital Apple Maps, Android memiliki Google Maps yang dapat menampilkan data lebih akurat dibandingkan aplikasi peta digital buatan Apple tersebut.

                      6. Android menggunakan charger USB standar

                      iPhone 5 hadir dengan port charger yang berbeda dari generasi pendahulunya, dari 30 pin menjadi hanya 8 pin. Hal ini sangat merepotkan jika pengguna memiliki beberapa perangkat smartphone, karena harus membawa lebih dari 1 charger.

                      Berbeda dengan perangkat Android yang kebanyakan menggunakan charger standar, micro USB. Pengguna hanya perlu membawa satu charger untuk mengisi daya berbagai jenis ponsel.

                      7. Sinkronisasi data Google yang sangat mudah

                      Pengguna Android cukup menginput 1 akun Google mereka ke ponsel dan semua fitur layanan dari Google sudah bisa dinikmati. Sementara itu, pengguna iPhone harus memasukkan data akun satu per satu ke tiap layanan Google.

                      8. Sistem operasi open source

                      Pengguna dapat ikut serta mengembangkan Android, juga membuat aplikasi maupun game. Berbeda dengan iPhone yang merupakan hak paten dari Apple.

                      9. Aplikasi dan Game yang sangat bervariasi

                      Karena sifatnya open source, pengembang dari seluruh dunia bisa membuat aplikasi dan game Android.

                      Itulah 9 hal yang membuat android lebih unggul dibandingkan dengan iOS, artikel ini bersumber dari Business Insider: Android Is Still Better Than iOS 7 dengan sedikit pembenahan dan beberapa penambahan.


                      Pengertian dan Fungsi Root Pada Perangkat Android

                      Pengertian dan Fungsi Root Android - Android Rooting adalah proses yang memungkinkan pengguna smartphone, tablet, dan perangkat lain yang menggunakan sistem operasi mobile Android untuk mendapatkan akses atau kontrol istimewa (dikenal sebagai "akses root") dalam subsistem Android.


                      Fungsi atau Kegunaan Rooting Android

                      Sistem standar yang diterapkan pembuat perangkat Android pada perangkat mereka memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan. Rooting dilakukan dengan tujuan mengatasi keterbatasan dan kekurangan pada perangkat Android. Dengan perangkat Android yang telah di-root, kita dapat melakukan operasi yang tidak bisa dilakukan oleh pengguna Android biasa.

                      Kelebihan & Keuntungan Rooting Android

                      Setelah melakukan root pada perangkat Android, Anda akan dapat melakukan hal yang tidak dapat dilakukan pengguna Android normal, seperti :

                      1. Memiliki akses penuh pada sistem Android.

                      2. Menghapus bloatware, yaitu aplikasi bawaan vendor yang tidak kita butuhkan sehingga hanya menghabiskan daya baterai dan memori.

                      3. Menginstal aplikasi yang membutuhkan akses root dengan aplikasi Superuser atau SuperSU.

                      4. Membuat backup total data pada perangkat Android dengan CWM.

                      5. Memindahkan data hasil instal aplikasi ke memori eksternal.

                      6. Melakukan overclocking processor untuk meningkatkan kinerja perangkat Android.

                      7. Menambah kapasitas RAM dengan memori eksternal.

                      8. Meningkatkan daya tahan baterai lebih lama dengan undervolting.

                      9. Mengubah desain OS yang meliputi tema, bootanimation, font, status bar, icon, popup window, dan lain-lain.

                      Kekurangan & Kelemahan Rooting Android


                      Rooting Android memiliki kekurangan & kelemahan yang mungkin akan menjadi pertimbangan Anda untuk rooting atau tidak, yaitu :

                      1. Menyebabkan tidak berlakunya garansi alias hangus.

                      2. Sistem rentan terkena virus, malware, dan spyware.

                      kegunaan root android

                      Tanya Jawab Seputar Root Android


                      Tanya : Perlukah melakukan root Android?
                      Jawab : Tergantung pribadi masing-masing. Jika Anda tidak ingin mengambil resiko, sebaiknya tidak usah melakukan root. Namun jika Anda me-root perangkat Android Anda, Anda akan memiliki akses ke sistem, otomatis Anda akan belajar tentang sistem Android dan apa saja yang bisa dilakukan. Anda juga akan belajar memperbaiki perangkat Android Anda misalkan terjadi bootloop atau bahkan brick.

                      Tanya : Apa resiko gagal root Android?
                      Jawab : Resiko kerusakan perangkat atau kehilangan data karena gagal root Android sangat kecil, bahkan bisa dikatakan tidak beresiko. Saya memiliki seorang teman yang berkali-kali gagal rooting perangkat Android yang dimilikinya dan kenyataannya tidak ada kerusakan apapun yang terjadi pada perangkat tersebut. Jika terjadi Brick/Hang/Rusak kemungkinan karena ada langkah yang tertinggal atau karena baterai dalam keadaan lemah saat proses rooting. Untuk itu, lakukan persiapan yang diperlukan sebelum rooting.

                      Tanya : Mengapa vendor tidak memberikan akses root pada perangkat Android buatan mereka sejak awal?
                      Jawab : Karena ditakutkan, pengguna Android yang kurang mengerti sistem Android secara sengaja ataupun tidak sengaja memodifikasi sistem sehingga menimbulkan kerusakan.

                      Tanya : Benarkah root menghilangkan garansi? Mengapa?
                      Jawab : Karena root memberikan akses istimewa pada pengguna untuk melakukan modifikasi pada sistem, sehingga jika terjadi kesalahan merupakan kesalahan manusia, bukan karena kesalahan pembuatan barang.

                      Tanya : Benarkah setelah di-root perangkat Android menjadi rentan terkena virus, malware, dan spyware?
                      Jawab : Ini terjadi jika kita sembarangan menginstal aplikasi, kemungkinan aplikasi tersebut disusupi virus. Perangkat Android yang sudah ataupun belum di-root memiliki peluang yang sama terjangkiti virus. Menginstal aplikasi antivirus bisa memblokir aplikasi yang terinfeksi.

                      Tanya : Apa bedanya superuser dan SuperSU?
                      Jawab : Keduanya merupakan aplikasi yang bisa didownload di PlayStore. Fungsinya sama, mengizinkan aplikasi khusus root atau aplikasi yang membutuhkan akses ke sistem untuk diinstal pada perangkat. Rating menunjukkan SuperSU lebih baik daripada superuser.

                      Tanya : Bisakah melakukan unroot?
                      Jawab : Mengembalikan perangkat Android ke keadaan semula alias mengubah akses superuser kembali menjadi standard user, alias unroot, bisa dilakukan.

                      Tanya : Apa itu binary counter?
                      Jawab : Hitungan terhadap pengeditan sistem. Jika Anda memiliki akses root, binary counter yang sebelumnya 0 akan berubah menjadi 1. Binary Counter hanya terdapat pada perangkat Android buatan Samsung.

                      Tanya : Bisakah mengembalikan garansi yang hilang karena root?
                      Jawab : Bisa, dengan unroot. Dan jika binary counter sudah tidak menunjukkan angka 0, perlu direset terlebih dahulu agar kembali menjadi 0 sehingga garansi bisa didapatkan kembali. Tentunya jika masih dalam jangka waktu garansi.

                      Tips: Persiapan Sebelum Rooting Android


                      Untuk menghindari kegagalan dalam proses rooting Android, kita perlu melakukan persiapan terlebih dahulu, diantaranya :

                      1. Setelah membeli, periksa semua fungsi pada perangkat : kamera, bluetooth, Wi-Fi, telpon dan SMS jika ada, GPS, dan lain-lain. Pastikan semuanya berfungsi dengan baik dan perangkat tidak cacat pabrik. Karena setelah rooting, Anda tidak bisa mengklaim garansi perangkat Android Anda.

                      2. Usahakan baterai dalam keadaan penuh, atau minimal 70%.

                      3. Persiapkan semua peralatan yang dibutuhkan selama proses rooting.

                      4. Baca terlebih dahulu tutorial rooting, kemudian lakukan dengan mengikuti instruksi dengan tenang.

                      Apa Itu Android? Mengenal Android Lebih Dekat

                      Apa itu Android? - Android adalah sebuah Sistem Operasi, atau dalam bahasa inggris disebut Operating System (disingkat OS). Android adalah OS berbasis Linux yang dibuat untuk dipergunakan pada perangkat seluler layar sentuh seperti smartphone dan komputer tablet. Karena berbasis Linux, OS Android ini bersifat Open Source, yang artinya source code (kode pembentuk) OS ini bebas untuk diketahui orang lain, ini menyebabkan setiap orang bisa dengan bebas mengembangkan OS Android.

                      Sejarah Android

                      Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc. dengan dukungan finansial dari Google, pada tahun 2005 Android dibeli oleh Google. Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan hardware, software, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008 yaitu HTC Dream/G1 yang dijual seharga USD 179.
                      Selain itu, Android memiliki komunitas pengembang aplikasi (apps) yang memperluas fungsionalitas perangkat. Aplikasi-aplikasi ini umumnya dibuat dengan kustomisasi bahasa pemrograman Java. Aplikasi dan game Android secara resmi bisa diunduh di Android Market, yang sekarang berubah namanya menjadi Google PlayStore.

                      Hingga saat ini, Android merupakan sistem operasi smartphone yang paling banyak digunakan di dunia.

                      Versi Android

                      1. Android Versi 1.1 (Android Beta)
                      2. Android Versi 1.5 (Android Cupcake)
                      3. Android Versi 1.6 (Android Donut)
                      4. Android Versi 2.0/2.1 (Android Eclair)
                      5. Android Versi 2.2 (Android Froyo: Frozen Yoghurt)
                      6. Android Versi 2.3 (Android Gingerbread)
                      7. Android Versi 3.0/3.1/3.2 (Android Honeycomb)
                      8. Android Versi 4.0 (Android ICS: Ice Cream Sandwich)
                      9. Android Versi 4.1/4.2/4.3 (Android Jelly Bean)
                      10. Android 4.4 (Android KitKat)

                      Itulah uraian singkat mengenai sistem operasi Android, untuk selengkapnya bisa dibaca di wikipedia : Android (sistem operasi)